Laman

Senin, Januari 10, 2011

Foto Penambah Iman

Maha besar Allah SWT yang telah menciptakan Dunia dan isinya, semuanya tiada yang sia-sia. Jika kita mau berfikir tentu kita tidak akan pernah terhenti untuk bersyukur dan mengucap takjub atas semua ciptaan Allah SWT. Tetapi tidak jarang kita lupa untuk bersyukur . sekedar mengucapkan Alkhamdullih setelah mendapatkan sesuatu yang membahagiakan pun rasanya amat berat dan sering terlupakan, padahal mengucapkan Alkhamdullih adalah salah satu wujud syukur kita paling ringan karena hanya dengan lesan.
Marilah perbanyak asa syukur kita kepada Allah dengan memperbanya bacaan Hamdalah, dan mentranformasikan rasa syukur  kita dengan perbuatan ibadah kepada Allah dan menjahui segala larangannya. Mari kita saksikan gambar-gambar dibawah ini dengan memikirkan kebesaran Allah, semoga dengan ini kita bisa mempertebal iman kita, karena setiap penciptaan makhluk Allah tentunya akan membawa hikmah tertentu.




Kertas atau ''angka''


''Angka''.... pernahkah kita berfikir kalau "angka" adalah suatu hal yang sangat menarik?.
ya mungkin karena saking seringnya kita mendengar kata "angka" jadinya "angka'' adalah hal yang biasa, hanya sekedar "angka". Tetapi setiap orang akan menyikapi dengan banyak hal yang berbeda-beda, walaupun mereka sama-sama menghadapi ''angka'' ya hanya sekadar ''angka''.
Ada orang yang begitu gembira dan histeris ketika mendapati dirinya mendapat angka 1, pada kata juara di belakangnya. Sebaliknya ada orang yang menangis sangat histeris ketika mendapati ''angka'' 1, pada nilai Ujian Nasionalnya, karena hal itu menyebabkan dirinya tidak lulus. ya hanya ''angka'' 1,tapi disikapi dengan hal yang berbeda.
Ada juga seseorang yang sampai rela bunuh diri karena putusasa,di sebabkan perusahaannya bangkrut dengan ''angka" 1.000.000.000. ya sekali lagi hanya ''angka''. di satu pihak ada seseorang yang sangat gembira dan bahagia ketika melihat buku tabungannya di bagian kridit tertera angka 1.000.000.000. ya ''angka'' yang sama tapi di sikapi berbeda.
Jika demikian apakah ''angka'' punya makna? ataukah ''angka'' hanya sebagai pelengkap makna kata di depan atau di belakannya?. cukup unik dan menarik tentunya jika dibahas. Jika demikian apakah ''angka'' tidak penting atau justru sangat penting?.
Coba kita ambil kertas putih kita tulis ''angka'' 100.000, bisakah ''angka'' dalam kertas itu digunakan untuk membeli cabai?, tentu sudah pasti tidak bisa, tapi bila ''angka'' 100.000 itu tertera diselembar kertas uang tentu akan berbeda. Jika demikian yang berharga apakah kertas atau ''angka''?.
Jika kita menjawab yang berharga adalah kertasnya, maka saya tawarkan uang kertas dengan ''angka'' 100.000 dan uang kertas dengan angka 1000,jika orang berakal pasti memilih yang ber''angka'' 100.000
kenapa?.... ya itulah ''angka'' unik memang.

Minggu, Januari 09, 2011

ada Ukhuwah di Pantai Tegal



habis jenguk orang tua temen yang sakit karena kalau pulang kemalaman..jadinya ya sekalian saja jalan-jalan di kota tegal.
yang pertama di kunjungin adalah Pantai tegal,....o...pantai tegal...
malamnya.... beli wedang ronde sekaligus, ngeceng di simpanglima tegal.



karena kemarin sore belum sempat renang dipantai, paginya saat perjalanan pulang, dari jalan kelihatan pantai langsung saja belokan montor, terus nyebur di pantai.hehe

Sabtu, Desember 11, 2010

Belajar dari kegagalan lalat dan kesuksesan semut

Kadangkala kita menyerah dengan suatu kegagalan. Kadang kegagalan membuat kita menyerah dan putus asa. Tetapi, sebenarnya tidak ada yang namanya kegagalan dalam hidup kita ini. Suatu kegagalan membuat kita lebih dewasa, dan masalah itu akan menguatkan jiwa kita masing-masing. Masalah juga merupakan bukti bahwa kita adalah makhluk yang bernyawa. Masalah juga merupakan jalan tercepat menuju sebuah kesuksesan. Pernahkah kita mengamati sedikit saja, kelakuan semut dan lalat? Sedikit saja kita meluangkan waktu untuk mengamati perilaku hewan ini? Keduanya sesama serangga, tetapi, apa yang membedakan keduanya? Pernahkah melihat lalat ketika terperangkap dalam ruang kaca? Dia akan membenturkan dirinya pada jendela kaca tersebut dan dilakukannya berulang kali sampai dirinya lelah. Esoknya, lalat tadi mati kelelahan dan tergeletak lemas. Lho, bukankah lalat tadi telah berusaha? Ya, lalat tadi telah berusaha, tetapi ia selalu mencoba jalan yang sama berulang kali, padahal ia tahu bahwa jalan itu tak akan membebaskan dirinya dari jendela kaca tersebut. Tetapi, lalat tidak berani untuk mencoba jalan yang lain, setidaknya jalan yang dapat ia tempuh lagi meskipun gagal. Coba kita bandingkan dengan semut, ia selalu berusaha mencari jalan tercepat menuju sarangnya dan dia berani menempuh jalan yang baru, meskipun memberatkan dirinya sendiri. Dirinya selalu mencoba untuk menuju tujuannya. Jadi, dari kedua kisah ini saya mencoba untuk mengingatkan semuanya agar tidak berputusasa atas kegagalan yang menimpa. Bila sakit dengan sehat, suka dengan duka, pastinya masalah dipasangkan dengan solusi. Sering orang menyalahkan Tuhan atas masalah yang ia alami, padahal ia sendiri tak mau untuk mencari solusi. Yakinlah bahwa masalah dipasangkan dengan solusi, tinggal kita yang mau atau untuk berusaha. Solusi terkadang sangat mudah ditemukan, tetapi terkadang sulit  ditemukan bagaikan  Mencari jarum di tumpukan jerami . Tetapi, janganlah kita menyerah dan putus asa dalam mencari solusi dari masalah yang kita alami. Bila kita yakin akan solusi dariNya, maka percayalah, kita mampu untuk mencari solusi dari masalah yang kita alami. Bukankah dahulu kita yakin bahwa Tuhan menciptakan semua di dunia berpasangan, apakah kita tidak yakin bahwa kita sanggup dan mampu untuk mencari  penyelsaian dari masalah yang kita alami. Tentu, kita berharap bahwa Tuhan akan menurunkan solusinya, tetapi apakah mungkin, sedangkan kita hanya berpangku tangan? Tentu, kita menginginkan agar Tuhan menurunkan dewi fortunanya saat kita dalam keadaan kritis, tetapi bagaimana mungkin mendapatkan solusi , jika kita hanya berharap, sedangkan hidup kita diliputi dengan perasaan putus asa dan tidak yakin dengan pertolongan Nya? Coba kita renungi diri kita masing-masing, apakah kita sering mengeluh dan mengaduh ketika kita dihadapkan pada suatu masalah? Saya pernah diberi wejangan bahwa akan ada kepuasan tersendiri ketika kita berhasil menuntaskan masalah yang dihadapkan kepada kita. Dan yang harus kita yakini adalah bahwa masalah akan mendewasakan kita, dan semakin tinggi pohon maka terpaan angin makin kencang. Jadi selalu siap hadapi tantangan jadilah seperti semut yang selalu mencoba langkah baru untuk menaklukan tangan .                                                                                                                                                 Karya siswa ku yang tak suruh ngisi blog.                                                                        Sumber gambar:  http://www.google.co.id/imglanding?q=lalat+dan+semu  

Selasa, Desember 07, 2010

Kenapa Mesti Bintang


Jika kita bicara Bintang tentunya, banyak orang yang ingin menjadi Bintang, Bintang kelas, Bintang Film, Bintang lapangan dan Bintang-bintang lainnya. Tapi pernahkah kita berfikir kenapa mesti Bintang yang digunakan untuk julukan orang-orang yang berprestasi bukan Rembulan kelas, atau bahkan mentari kelas, padahal jika kita amati sinar Bintang maka tentunya sinarnya akan kalah dengan sinar sang Mentari, lalu jika begitu apa istimewanya bintang jika dibandingkan Mentari, ternyata Bintang memang tidak mampu menjadi se megah mentari di siang hari, dan Bintang memang tak mau menjadi seperti Mentari’, karena  mentari akan lenyap ketika malam menjelang sedangkan Bintang akan terus ada siang malam walaupun ketika siang sinar bintang terhalang mentari cerah cemerlang, namun sebenarnya bintang tetap hadir memberi sinar, memberi arti, walau banyak diantara manusia yang tidak menyadarinya. karena Bintang hanya mahu memberi manfaat, bukan mahu dilihat.
Dan ketika malam menjelang Bintang juga mempunyai sahabat yang lebih cemerlang, dan tentunya lebih indah. Apalagi ketika malam purnama sudah barang tentu semua mata kan tertuju pada bulan yang sangat mempesona, bintang kan tersisihkan dan terlupakan karena yang menjadi Bintang malam saat ini adalah Bulan. Seharusnya Bintang protes kenapa bulan meski dijuluki Bintang malam, bukankah Bintang adalah aku, kenapa bulan tidak menjadi bulan malam?. Tetapi Bintang tidak pernah protes, dan Bintang tak pernah ’berkecil hati’, karena bintang hanya mahu menabur budi, bukan disanjungi.
Bintang hanya kan terlihat indah dan diperbincangkan keindahannya ketika malam tanpa bulan,  ketika tiada sahabat yang lebih menjulang, tetapi Bintang akan tetaplah Bintang, karena tanpa orang lain sadari Bintang senang tiasa disanjung dan dipuji keindahannya walaupun mereka melupakan Bintang yang sebenarnya.
Maka......
Jadilah engkau laksana Bintang yang terus memberi sinar meski tiada yang melihat, tetap menghiasi malam meski  ada Rembulan yang lebih indah. 
Jadilah engkau laksana Bintang yang tidak mempunyai sifat terterang, terindah tetapi tetap memberi arti dan tetap menjadi Bintang
Jadilah engkau laksana Bintang yang bersinar bukan untuk menjadi terterang, dan  memberi indah malam bukan untuk menjadi yang terindah.
Jadilah engkau laksana Bintang yang bersinar bukan untuk dilihat, bukan untuk di puji, tetapi bersinar hanya sesuai kehendak dan’yakin’ ini ilham dari Ilahi, hanya mengharap balasan ilahi.
Jadilah engkau laksana Bintang yang terkorbankan  untuk Bintang bukan Bintang, karena itu menjadi prinsipnya bahagia apabila membahagiakan.
Jadilah engkau laksana bintang maka engkau kan menjadi Bintang
Jadilah engkau Se iklas Bintang maka engkau kan jadi Bintang
Biarlah Bitang Malam adalah Bulan dan Bintang siang adalah Mentari
Tetapi Bintang yang sebenarnaya adalah Bintang

 Refleksi Tahun Baru Semoga bisa menjadi Bintang.

Sumber Gambar : http://www.google.co.id/imglanding?q=BINTANG+MALAM

Kamis, November 25, 2010

SURGA ATAU NERAKA ITU PILIHAN KITA SENDIRI

Mau Surga atau Neraka




         Ternyata untuk jadi orang baik itu sulit, selalu  ada hambatan, baik yang datang dari disendiri ataupun juga lingkungan.Kalau saya sangat yakin kalau setiap orang pasti ingin menjadi seseorang yang baik, hanya saja keinginannya untuk menjadi baik kalah lebih besar daripada keinginannya yang lain. Kenapa bisa begitu?, ya bisa aja. coba kita cek  dengan menayakan pada seseorang, kalian ingin masuk surga atau neraka, hampir semua orang menjawab ingin masuk surga, tetapi pada kenyataannya seseorang yang ingin masuk surga itu, sangat sulit untuk menjaga amalan ahli surga justru  banyak di antara mereka yang pingin masuk surga tetapi masih sering melakukan amalan ahli neraka, mungkin salah satunya adalah kita.
          Jika demikian maka kesimpulan yang dapat saya tarik adalah bahwa untuk mewujudkan sesuatu itu tidak hanya dibutuhkan keinginan karena jika hanya keinginan maka semua itu hanya sekedar harapan, dan dalam kehidupan tentunya kita tidak cukup hanya dengan berharap, apalagi harap-harap cemas. Butuh suatu usaha yang cukup besar ntuk mewujudkan harapan untuk menjadi kenyataan, atau kalau bahasa suro' (rapat) butuk eksekusi nyata bukan sekedar teori atau keinginan, jadi yang penting itu eksekusinya!. Dan untuk mengeksekusi keinginan menjadi kenyataan tentunnya sangat sulit, maka untuk mewujudkan keinginan itu menjadi nyata butuh memaksa diri kita untuk melakukan keinginan kita. Jadi kalau kita ingin menjadi orang baik, disukai semua orang dan bermanfaat buat orang ain tentunya kita harus memaksa diri kita menjadi orang baik, gimana caranya, tentunya setiap orang punya cara yang berbeda-beda.
         Aku ingin tilawah setiap hari satu juz , pingin sholat malam setiap hari ingin puasa sunah, ya semua orang ingin seperti itu, hanya saja sulit untuk mewujudkanya, jadi  kalau hanya ingin  ya cuma keinginan, makanya kita harus paksa diri kita untuk melakukan itu dengan segala reiko. Jadi kesimpulan akhirnya  NERAKA atau SURGA itu adala pilihan kita sendiri tergantung kita mau yang mana. kalau mau surga ya paksalah diri kita untuk melakukan amalan ahli Surga dan jika ingin Neraka ya bersantailah maka neraka kan menjemput Mu.



Sumber gambar: http://www.google.co.id/imglanding?q=NERAKA&




Selasa, November 09, 2010

Ternyata hidupnya laron itu lama.



  1. Ternyata hidupnya laron itu lama.
    Pada saat solat magrib pada hari Senin 8 November 2010 udara terasa sangat  dingin, Sisa gerimis tadi sore masih tampak, Langit pun masih terlihat kaku kelabu. Dari kejauhan terlihat sekawanan hewan kecil yang bersayap berterbangan  tiba-tiba datang menghampiri lampu-lampu yang memberi cahaya di musola. Pada saat  kami selesai solat beribu-ribu  laron berbodong-bondong mengerubungi lampu musola, maklum saja sekarang kan musim hujan, ditambah lagi musola kami terbuka dan sekitarnya adalah kebun dan sawah.  Kontan saja anak-anak lansung pada ribut, tertawa renyah menggapai-gapai mahluk ringkih yang berterbangan dan berjatuhan tepat di atas mereka.
    Saya dari dulu penasaran sebenarnya laron dari apa?, banyak yang bilang juga kalau laron itu hidupnya hanya singkat, bahkan ada lagu nasid yang dilantunkan fatih mengatakan kalau laron itu hidupnya cuman sehari. Dari pada penasaran maka langsung saja saya berselancar di internet mencari data, alhasil saya mendapatkan berbagai info tentang laron.  
    Ternyata Laron itu diterbangkan oleh koloni rayap 2 kali dalam setahun dalam keadaan udara yang agak hangat dan angin yang tidak terlalu kencang dan serinnya adalah pada saat musim hujan. Hal dilakukan untuk meningkatkan harapan hidup laron terhadap gangguan alam dan tentunyabanyak kayu yang lapuk yang bisa dijadikan makanan.
    Yang membuat saya terkejut adalah,ternyata laron itu hidupnya lama, tidak singkat seperti yang saya kira dan mungkin teman-teman kira. Memang sih laron mempunyai sayap dan bisa terbang hanya cukup singkat. Akan tetapi tujuan laron terbang adalah untuk memperluas jangkauan koloni rayap. Tujuan laron datang pada lampu untuk mencari pasangannya. Setelah mereka menemukan pasangannya, maka mereka akan memutuskan sayap mereka dan akan berjalan beriringan mencari celah di tanah atau di bangunan untuk membentuk koloni baru. Jadi laron yang telah memutuskan sayapnya dan telah menemukan pasangannya akan menjadi Raja dan Ratu dikoloni rayap yang baru. Dan ternyata Ratu rayap dan raja rayap dapat hidup sampai dengan 20 tahun bahkan lebih. Jadi umur laron itu kalo hihitung-hitung sangat lamaaaaa, Untuk lebih jelasnya silahkan lihat dan perhatikan gambar ini